Desain rumah etnik jawa dan desain rumah etnik bali
Pada setiap budaya memiliki suatu desain rumah yang
berbededa –beda disetiap budayanya, budaya tersebut muncul dari nenek moyang
atau pendahulu kita, desain rumah yang muncul dari pendahulu pun biasanya tidak
mudah berubah termakan zaman. Dan setiap budaya atau etnik memiliki cirikas
yang berbeda- beda.
Dengan perbedaan tersebut, menjadikan keragaman desain rumah
didunia ini, kali ini kita akan membahas tentang desain rumah yang berkembang
di beberapa budaya, perbedaan desain rumah setiap etnik biasanya sangat
menonjol, dari mulai material, bentuk banguanan, ornamen yang dipakai, warna
dantentunya arti dari rumah tersebut.
Yang akan kita bahas diawal adalah material yang digunakan
pada desain rumah etnik, dan pertama adalah desain rumah etnik jawa. Dan
berikut adalah komponen yang sering diterapkan pad desain rumah etnik jawa.
A. Ornamen. Ornamen yang dipakai pada desain rumah etnik
jawa biasanya terbuat dari kayu, kayu sebagai ornameen biasanya ditampilkan
dalam bentuk ukiran, ukiran2 pada desain rumah jawa berfariasi, mulai dari
motif bunga atau tanaman, tokoh pewayangan, hingga hewan.
Ornamen tersebut sering ditrapkan pada kusen, furniture, dan
pada komponen lainya,
Penggunaan ukiran tersebut terkadang memiliki nilai history
yang berbeda pula, mulai dari pembuat, arti ukiran, bahan yang digunakan, dan
asal daerah pembuatnya, daerah yang sering di identikan dengan ukiran adalah
jepara.
Tidak banyak jenis kayu yang dpat dibuat ukiran, kriterianya
adalah.
- Kayu lunak.
- Mudah dipahat.
- Memiliki alur atau serat yang teratur.
- Tidak mudah pecah atau rusak.
- Kuat,
B. Jenis atap. Desain rumah etnik jawa biasanya menggunakan
jenis atau bentuk atap limasan, dengan beberapa penambahan ukiran pada
listplang, rangka yang digunakan pun dari kayu sehingga memunculkan kesan tradisional.
C. Furniture. Furniture yang dimaksud adalah pada bagian
eksteriaor, pada teras desain rumah etnik jawa biasanya terdapat meja kursi
kayu, dan bentuk dari meja kursi tersebut klasik dan terbuat dari kayu. Kayu
dipakai karena dapat memunculkan kesan tradisional dan alami.
D. Warna. Warna yang digunakan pada desain rumah etnik jawa
adalah coklat, warna tersebut memunclkan kesan clasik dan tentunya tradisional,
warna coklat muncul karena material –material yang digunakan dominan dari kayu.
Namun pada zaman modern ini, desain rumah etnik jawa
memiliki perubahan, dari bahan dan warna, namun yang tetap dipertahankan dan
memiliki identik yaitu pada atap dan penggunaan tritisan. Warna yang muncul
biasanya lebi cerah, hal tersebut muncul karena dukungan dari luas rumah, karena
apabila desain rumah menggunakan warna coklat yang cenderung gelap, maka apa
bila diterapkan pada rumah yang tidak terlalu luas, akan member efek sempit
pada tampilan rumah. Warna yang muncul biasanya menuju keputih.
Yang selanjutnya adalah desain rumah etnik bali. Bali
merupakan sebuah daerah yang sangat kental dengan buadaya, dari zaman dahulu
hingga sekarang desain rumah tetap dipertahankan, bahkan tak jarang desain
rumah etnik bali dipakai pada desain hotel, dengan memunculkan desain rumah
etnik bali pada hotel akan memunculkan kesan suasana bali, walau hotel tidak
berada di bali, hal tersebut dikarenakan desain rumah etnik bali memiliki
keunikan –keunikan tersendiri, hal tersebut berupa.
A. ornamen. ornamen yang sering dan pasti ada pada desain
rumah etnik bali adalah patung, patung tersebut biasanya digunakan untuk tempat
persembahyangan, bahan yang digunakan adallah kay dan batu, pembuatanya pun
masih tetap tradisional, agar tetap menjaga keutuhan desain rumah tenik bali
bentuk yang muncul biasanya berbentuk raksasa atau buta, dan pure yang kecil
yang terdapat pada depan rumah atau halaman rumah.
B. Penataan ruangan. Pada desain rumah etnik bali setiap
ruangan terpisah dari mulai tempatnaya maupun atapnya, dengan perpisahan ruang
tersebut dapat disatukan dengan penggunaan paga untuk membatasi tanah.
Penataannya pun tidak sembarangan, hal tersebut memiliki cara dan adat dari
pendahulu yang tetp dipertahankan hingga sekarang.
C. Material. Material yang digunakan pada desain rumah etnik
bali masih sangat alam, yaitu dari batu dan kayu, tak jarang konstruksi batu
tersebut tidak menggunakan semen atau perekat, hal itu memunculkan keunikan
tersendiri pada desain rumah etnik bali.
D. Tanaman. Tanaman yang selalu ada pada desain rumah etnik
bali adalah bunga kamboja, bunga kamboja sangat identik denga desain rumah
maupun penduduknya sendiri.
E. Gapura. Disetiap rumah memiliki pagar dan gapura pada
depan pintu masuk, gapura tersebut terbuat dari batu, seperti halnya pure,
gapura juga menjadi temapt peletakan sesaji yang tak pernah hilang dari budaya
bali, namun selain untuk peletakan sesajen, gapura memiliki cirikhas untuk
desain rumah etnik bali.
Dari keunikan-keunikan tersebut, tak sedikit hotel – hotel memilih untuk menerapkan konsep desain rumah etnik bali, selain sebagai daya tarik hal tersebut juga dapat melestarikan desain rumah etnik bali.
Dengan penerapan desain- desain rumah etnik tersebut
diharapkan dapat melestarikan budaya yang diwariskan oleh pendahulu supaya
dapat dinikmati dimasa depan.


0 comments:
Post a Comment